6/recent/ticker-posts

Tabrakan Beruntun di Sibolangit Hari Ini: Delapan Kendaraan Terlibat, Dua Orang Tewas dan Tujuh Luka-luka, Polisi Gerak Cepat Evakuasi Korban


BEKASICYBERNEWS.COM
, Sumatera — Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan sedikitnya delapan kendaraan terjadi di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di kawasan Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (17/07/2026).

Insiden di jalur utama Medan–Berastagi tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka-luka, serta menyebabkan kemacetan panjang selama proses evakuasi berlangsung.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat pagi di ruas jalan yang dikenal memiliki karakteristik turunan panjang dan tikungan tajam. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, benturan beruntun mengakibatkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan berat. Sebuah truk bahkan dilaporkan terguling hingga menutup sebagian badan jalan, sehingga arus kendaraan dari dua arah sempat tersendat.

Warga sekitar bersama pengguna jalan tampak memberikan pertolongan pertama kepada para korban sebelum petugas kepolisian, tenaga medis, dan tim penyelamat tiba di lokasi.

Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Sibolangit bersama jajaran Satuan Lalu Lintas dan instansi terkait langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Aparat memprioritaskan penyelamatan korban, pengamanan lokasi kecelakaan, serta pengaturan arus lalu lintas agar kemacetan tidak semakin panjang.

Kapolsek Sibolangit menegaskan bahwa respons cepat dilakukan untuk meminimalkan dampak kecelakaan sekaligus memastikan jalur Medan–Berastagi dapat segera dilalui kembali oleh pengguna jalan.

“Setelah menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan area kecelakaan, serta mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung cukup intensif mengingat beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah. Petugas menggunakan mobil derek untuk memindahkan kendaraan yang menutup badan jalan sehingga proses normalisasi arus lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat.

Korban yang mengalami luka-luka segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, dua korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang diderita dalam kecelakaan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap para korban masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian.

Akibat insiden tersebut, arus kendaraan dari arah Medan menuju Berastagi maupun sebaliknya mengalami perlambatan dan antrean panjang. Polisi menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional, termasuk sistem buka-tutup jalan, untuk mengurangi kepadatan kendaraan selama proses evakuasi dan pembersihan lokasi berlangsung.

Setelah seluruh kendaraan berhasil dievakuasi dan badan jalan dibersihkan, arus lalu lintas berangsur kembali normal. Meski demikian, sejumlah personel kepolisian tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kepadatan susulan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.

Selain melakukan evakuasi, aparat kepolisian juga melaksanakan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan yang terlibat juga dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh kondisi jalan menurun yang dipadukan dengan jarak antar kendaraan yang terlalu dekat. Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti tabrakan beruntun tersebut masih dalam proses penyelidikan dan akan disampaikan setelah seluruh rangkaian investigasi selesai.

Jalur Medan–Berastagi merupakan salah satu akses transportasi utama di Sumatera Utara yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan pribadi, angkutan umum, bus pariwisata, hingga kendaraan logistik. Karakteristik jalan yang didominasi tanjakan, turunan panjang, dan tikungan tajam menjadikan kawasan ini memiliki tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi apabila pengemudi tidak menjaga kewaspadaan.

Karena itu, kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan. Pengemudi juga diminta menjaga jarak aman antar kendaraan, mengurangi kecepatan saat melintasi jalur pegunungan, tidak memaksakan diri berkendara ketika lelah, serta mematuhi seluruh rambu lalu lintas demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

Peristiwa tabrakan beruntun di Sibolangit ini kembali menjadi pengingat penting bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama. Disiplin berlalu lintas, menjaga konsentrasi, serta mengutamakan keselamatan menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan, khususnya di jalur pegunungan Medan–Berastagi yang dikenal memiliki medan cukup menantang.

Sementara itu, aparat kepolisian memastikan penyelidikan masih terus berlangsung. Perkembangan mengenai hasil investigasi, penyebab pasti kecelakaan, maupun identitas korban akan disampaikan secara resmi setelah seluruh proses pemeriksaan selesai sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


(BK/Red)

Posting Komentar

0 Komentar