BEKASICYBERNEWS.COM, Bekasi — Tim Nasional Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal di Atlanta Stadium, Rabu (15/7) waktu setempat. Kemenangan dramatis itu sekaligus menjaga asa La Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia dan membuka peluang mencatat sejarah sebagai tim pertama yang sukses mempertahankan trofi Piala Dunia sejak Brasil pada 1962.
Laga bertajuk "superclasico" lintas benua tersebut berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Rivalitas panjang antara Argentina dan Inggris membuat pertandingan berjalan keras dengan duel-duel fisik di berbagai lini. Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga babak pertama berakhir tanpa gol meski beberapa peluang tercipta.
Memasuki babak kedua, Inggris berhasil memecah kebuntuan melalui Anthony Gordon pada menit ke-55. Gol tersebut membuat skuad asuhan Thomas Tuchel berada di atas angin dan sempat membuka harapan tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966. Setelah unggul, Inggris memilih bermain lebih bertahan guna menjaga keunggulan.
Namun strategi tersebut justru dimanfaatkan Argentina untuk meningkatkan tekanan. Tim asuhan Lionel Scaloni terus menguasai jalannya pertandingan dan memaksa lini belakang Inggris bekerja ekstra keras menghadapi gelombang serangan yang dipimpin Lionel Messi.
Upaya tanpa henti Argentina akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Gelandang Enzo Fernández sukses menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan matang Lionel Messi. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan sekaligus membangkitkan semangat juara Albiceleste.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina kembali menghukum Inggris. Pada masa injury time, Lautaro MartÃnez yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kemenangan melalui penyelesaian tenang setelah kembali menerima assist dari Lionel Messi. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, Lionel Messi kembali menunjukkan peran vital sebagai motor permainan Argentina. Dua assist yang ia ciptakan menjadi bukti kualitas sang kapten yang tetap mampu menjadi pembeda pada pertandingan terbesar turnamen.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memuji mental bertanding anak asuhnya yang tetap tenang meski sempat tertinggal. Menurutnya, karakter juara yang dimiliki para pemain menjadi faktor utama di balik keberhasilan membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke partai final.
Sebaliknya, kubu Inggris harus menerima kenyataan pahit setelah gagal mempertahankan keunggulan. Kapten Harry Kane mengakui timnya bermain terlalu pasif setelah unggul sehingga memberikan ruang bagi Argentina untuk menguasai pertandingan pada menit-menit akhir. Sementara Thomas Tuchel menilai timnya telah berjuang maksimal meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke final dengan rekor sempurna sepanjang turnamen. Albiceleste kini bersiap menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Prancis di semifinal lainnya. Pertemuan kedua tim diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam sejarah Piala Dunia karena mempertemukan juara bertahan dengan tim yang tampil paling konsisten sepanjang kompetisi.
Bagi Argentina, laga final bukan sekadar kesempatan mempertahankan gelar, tetapi juga peluang mengukir sejarah baru sepak bola dunia. Di sisi lain, pertandingan tersebut berpotensi menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di panggung Piala Dunia, menjadikannya momen yang dinantikan jutaan pecinta sepak bola di seluruh dunia.
(Rab/Red)

0 Komentar