BEKASICYBERNEWS.COM, Bekasi — Menjelang pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Kebebasan Pers Sedunia Bekasi Raya 2026, panitia pelaksana menggelar rapat evaluasi dan finalisasi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses. Rapat berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Senin, (08/06/2026)
Pertemuan tersebut dihadiri seluruh unsur panitia, koordinator bidang, serta pihak Event Organizer (EO) yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Dalam rapat itu, masing-masing bidang menyampaikan perkembangan persiapan sekaligus melakukan sinkronisasi terkait kebutuhan teknis maupun nonteknis menjelang hari pelaksanaan.
Ketua Panitia HPN dan Hari Kebebasan Pers Sedunia Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, mengatakan rapat finalisasi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh agenda yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target.
Menurutnya, panitia ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang peringatan bagi insan pers, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan berbagai elemen daerah.
“Melalui rapat ini kami mengevaluasi seluruh progres persiapan yang telah dilakukan. Setiap bidang menyampaikan perkembangan dan kendala yang dihadapi agar dapat segera diselesaikan bersama. Tujuannya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sukses,” ujar Ade Muksin.
Dalam rapat tersebut, panitia memfinalisasi berbagai kebutuhan mulai dari kesiapan lokasi acara, tata panggung, publikasi dan media partner, protokoler, konsumsi, keamanan, hingga koordinasi dengan narasumber, tamu undangan, sponsor, dan mitra pendukung lainnya.
HPN dan Hari Kebebasan Pers Sedunia Bekasi Raya 2026 mengusung tema "Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju". Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen insan pers untuk terus menjaga persatuan, profesionalisme, serta berkontribusi dalam pembangunan Kota dan Kabupaten Bekasi.
Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Gedung Creative Center (GCC) Kota Bekasi dan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026.
Pada hari pertama, Kamis (11/06/2026), kegiatan akan dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan Seminar Jurnalistik yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan. Seminar tersebut akan membahas perkembangan dunia pers, tantangan media di era digital, serta pentingnya menjaga profesionalisme dan independensi jurnalistik.
Selanjutnya pada hari kedua, Jumat (12/06/2026), panitia akan menggelar sejumlah kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian insan pers kepada masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan santunan bagi anak yatim.
Sementara itu, acara puncak akan digelar pada Sabtu (13/06/2026) melalui Anugerah Pers Bekasi Raya 2026. Dalam kegiatan tersebut, panitia akan memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, serta tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pembangunan daerah, keterbukaan informasi publik, dan kemajuan dunia pers.
Ade Muksin menegaskan bahwa peringatan HPN dan Hari Kebebasan Pers Sedunia Bekasi Raya bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan seluruh insan pers lintas organisasi, komunitas, kelompok kerja, dan paguyuban wartawan yang ada di Bekasi Raya.
"Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai ruang kebersamaan bagi seluruh insan pers. Perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam menjaga profesionalisme, kebebasan pers yang bertanggung jawab, dan membangun kolaborasi demi kemajuan Bekasi Raya," tegasnya.
Sebagai informasi, HPN dan Hari Kebebasan Pers Sedunia Bekasi Raya 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaannya yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh berbagai organisasi, komunitas, dan paguyuban wartawan di Kota dan Kabupaten Bekasi. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, edukasi publik, serta mendukung pembangunan daerah yang transparan dan berkelanjutan.
(Rab/Red)

0 Komentar