6/recent/ticker-posts

Siswa SMK Teratai Putih Jakarta Sulap Mesin Motor Bekas Jadi Gokart Bertenaga Monster


BEKASICYBERNEWS.COM
, Bekasi — Kreativitas dan inovasi generasi muda kembali dibuktikan melalui karya di bidang otomotif. Dua siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Teratai Putih Jakarta, Ridwansyah dan Anca alias Ahmad Ardiansyah, berhasil menyulap mesin sepeda motor bebek bekas menjadi sebuah mobil gokart yang memiliki performa tangguh.

Karya tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis keterampilan di sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan teori, tetapi juga mendorong mereka menghasilkan produk nyata melalui kreativitas, ketelitian, dan keterampilan teknis.

Dalam proses pengerjaannya, Ridwansyah dan Anca mendapat bimbingan dari guru permesinan mereka, Krisnaldi Nugroho. Keduanya mengembangkan gokart tersebut dengan memanfaatkan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah bengkel otomotif.

Salah satu keunggulan gokart karya kedua siswa tersebut berada pada sektor mesin. Mereka menggunakan mesin dasar Suzuki Smash 110 cc dengan transmisi empat percepatan yang kemudian dimodifikasi untuk meningkatkan kapasitas dan performanya.

Melalui proses bore up, kapasitas mesin ditingkatkan hingga sekitar 120 cc. Modifikasi tersebut membuat tenaga dan respons akselerasi gokart menjadi lebih optimal.

Meski mengutamakan performa, rancangan gokart tetap memperhatikan aspek kestabilan melalui konstruksi sasis yang dibuat secara terukur. Perpaduan antara mesin hasil modifikasi dan rangka yang dirancang khusus membuat kendaraan tersebut mampu menjadi media pembelajaran sekaligus karya inovatif siswa.

Istilah “bertenaga monster” yang melekat pada gokart tersebut menggambarkan karakter performanya yang agresif dibandingkan kondisi mesin standar. Namun, aspek keselamatan dan keseimbangan kendaraan tetap menjadi bagian penting dalam proses perancangan.


Dalam proyek tersebut, masing-masing siswa memiliki tanggung jawab berbeda sesuai dengan keterampilan yang dikuasainya.

Ridwansyah menangani sektor struktural kendaraan. Ia bertanggung jawab mulai dari proses pengukuran dan pemotongan bahan hingga pembuatan serta pengelasan rangka atau chassis gokart.

Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian tinggi karena konstruksi rangka menjadi salah satu bagian penting yang menentukan keseimbangan dan kekuatan kendaraan.

Pengalaman yang diperoleh Ridwansyah selama menjalani PKL turut menjadi bekal dalam mengerjakan bagian tersebut. Ia sebelumnya mendapatkan pengalaman di lingkungan kerja otomotif, termasuk di Astra Otoparts (Shop & Drive), Marga Motor, dan Tunas Toyota Jatiwaringin.

Sementara itu, Anca alias Ahmad Ardiansyah berfokus pada sektor teknis kendaraan.

Ia menangani proses perakitan mesin yang telah dimodifikasi melalui bore up, sekaligus mengerjakan sistem kelistrikan pada bagian bodi gokart.

Sektor mesin dan kelistrikan membutuhkan pemahaman teknis yang cukup kompleks. Kesalahan dalam pemasangan komponen maupun sistem kelistrikan dapat memengaruhi kinerja kendaraan secara keseluruhan.

Pengalaman PKL yang diperoleh Anca menjadi salah satu bekal dalam mengembangkan kemampuan teknis tersebut. Pengetahuan yang didapat di lingkungan kerja kemudian diterapkan dalam proyek pembuatan gokart di bengkel sekolah.

Proses pembuatan gokart dilakukan di bengkel SMK Teratai Putih Jakarta. Proyek tersebut menjadi bentuk penerapan langsung dari kompetensi yang dipelajari siswa selama mengikuti pendidikan kejuruan.

Tidak hanya mengandalkan teori, kedua siswa dituntut mampu mengidentifikasi kebutuhan, merancang komponen, mengolah material, merakit mesin, menangani kelistrikan, hingga memastikan setiap bagian kendaraan dapat bekerja secara terintegrasi.


Kehadiran guru pembimbing juga menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Bimbingan Krisnaldi Nugroho membantu mengarahkan siswa agar proses pengerjaan tetap berada dalam koridor pembelajaran teknik kendaraan yang tepat.

Karya Ridwansyah dan Anca menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki ruang besar untuk melahirkan inovasi di bidang otomotif.

Pengalaman belajar di sekolah yang kemudian diperkuat melalui PKL memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal langsung dunia kerja sekaligus mengasah kemampuan teknis dan problem solving.

Gokart hasil modifikasi tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi sebuah kendaraan hasil rakitan, tetapi juga menjadi representasi proses pembelajaran siswa dalam menerapkan kompetensi yang telah mereka pelajari.

Karya ini sekaligus memperlihatkan bahwa siswa SMK memiliki peluang untuk berkembang menjadi tenaga muda yang terampil, kreatif, kompeten, dan siap menghadapi kebutuhan industri otomotif.

Melalui inovasi semacam ini, SMK Teratai Putih Jakarta menunjukkan pentingnya pendidikan vokasi yang memberikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen, mengembangkan keterampilan, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai edukatif dan aplikatif.

Ke depan, kreativitas dan keterampilan seperti yang ditunjukkan Ridwansyah dan Anca diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga menjadi modal bagi generasi muda untuk berkontribusi terhadap kemajuan industri otomotif Indonesia.


(Rab/Red)

Posting Komentar

0 Komentar