BEKASICYBERNEWS.COM, Sumatera — Majelis Taklim (MT) Silaturahmi Kota Pematangsiantar kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Pondok Pesantren Darussalam yang terdampak bencana tanah longsor di Lorong 20, Kota Pematangsiantar. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi para santri dan pengurus pesantren yang tengah berupaya memulihkan aktivitas pendidikan pascabencana.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada 31 Juli 2026 mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas pondok pesantren. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar para santri sempat terganggu.
Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua MT Silaturahmi Kota Pematangsiantar, Hj. Nita Maulida, S.E., didampingi jajaran pengurus dan anggota majelis taklim. Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Pematangsiantar selaku Pembina MT Silaturahmi Kota Pematangsiantar sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakan majelis taklim.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus Pondok Pesantren Darussalam, para ustaz, serta para santri yang masih berupaya bangkit dari dampak musibah.
Dalam sambutannya, Hj. Nita Maulida menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Darussalam. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan semangat ukhuwah Islamiyah untuk meringankan beban para santri dan pengurus pesantren.
“Musibah ini adalah duka kita bersama. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan para santri. Kami juga berdoa agar Allah Swt. memberikan kesehatan, kesabaran, kekuatan, serta kemudahan dalam proses pemulihan Pondok Pesantren Darussalam,” ujar Hj. Nita Maulida.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong dan kepedulian seluruh Majelis Taklim tingkat kecamatan se-Kota Pematangsiantar. Semangat kebersamaan tersebut berhasil menghimpun berbagai bentuk bantuan yang kemudian disalurkan kepada para korban bencana.
Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, Al-Qur'an, alat tulis, pakaian layak pakai, lemari pakaian, matras, sarung, serta bantuan uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para santri sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Perwakilan Pondok Pesantren Darussalam menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan MT Silaturahmi Kota Pematangsiantar beserta seluruh donatur. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri dan pengurus untuk bangkit kembali.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Hj. Nita Maulida, S.E., beserta seluruh keluarga besar MT Silaturahmi Kota Pematangsiantar dan seluruh Majelis Taklim tingkat kecamatan se-Kota Pematangsiantar yang telah bergotong royong menghimpun bantuan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah musibah yang sedang dihadapi. Semoga Allah Swt. membalas segala kebaikan para donatur dengan pahala yang berlipat ganda,” ujar perwakilan pengurus pondok.
Selain menyerahkan bantuan, rombongan MT Silaturahmi bersama Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Pematangsiantar juga menggelar doa bersama. Doa dipanjatkan agar proses pemulihan Pondok Pesantren Darussalam berjalan lancar, para santri senantiasa diberikan keselamatan, serta kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal.
Aksi sosial tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kota Pematangsiantar. MT Silaturahmi Kota Pematangsiantar berharap semakin banyak elemen masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, maupun para dermawan yang turut memberikan dukungan hingga proses rehabilitasi dan pemulihan Pondok Pesantren Darussalam dapat diselesaikan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, MT Silaturahmi Kota Pematangsiantar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang mengalami musibah. Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah dalam membangun masyarakat yang peduli, tangguh, dan saling menguatkan.
(BK/Red)

0 Komentar