6/recent/ticker-posts

Santunan Anak Yatim Piatu dan Bakti Sosial Warnai Hari Kedua HPN Bekasi Raya 2026, Wujud Nyata Kepedulian Insan Pers

BEKASICYBERNEWS.COM
, Bekasi — Memasuki hari kedua rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia, suasana di Gedung Creative Center (GCC), Margahayu, Bekasi Timur, Jumat (12/06/2026), dipenuhi nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial. Jika pada hari pertama insan pers mendapatkan penguatan kapasitas melalui seminar jurnalistik yang menghadirkan pakar hukum pers, keterbukaan informasi publik dan etika jurnalistik, maka hari kedua difokuskan pada kegiatan kemanusiaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju”, panitia HPN Bekasi Raya 2026 menggelar berbagai kegiatan sosial yang meliputi santunan anak yatim piatu, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen insan pers Bekasi Raya untuk tidak hanya hadir melalui karya jurnalistik, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sejak pagi, ratusan peserta mulai memadati area kegiatan. Selain wartawan dari berbagai organisasi profesi dan perusahaan media, hadir pula masyarakat umum, tokoh masyarakat, relawan kesehatan, mitra kerja serta puluhan anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Kehangatan suasana langsung terasa ketika anak-anak yatim mulai berdatangan ke lokasi acara. Dengan mengenakan pakaian terbaik mereka, anak-anak tersebut tampak ceria dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia.

Keceriaan Anak-Anak Yatim Jadi Momen Paling Berkesan

Di antara seluruh agenda yang berlangsung pada hari kedua, santunan anak yatim piatu menjadi kegiatan yang paling menyentuh sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Suasana penuh kekeluargaan terlihat saat anak-anak berinteraksi dengan para wartawan, panitia dan tamu undangan. Tingkah polos mereka beberapa kali mengundang senyum dan gelak tawa seluruh peserta yang hadir.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian terjadi ketika panitia memberikan kesempatan kepada beberapa anak untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-cita mereka di atas panggung.

Dengan penuh percaya diri, seorang anak laki-laki menyampaikan keinginannya menjadi wartawan saat dewasa nanti.

“Saya mau jadi wartawan supaya bisa masuk berita dan ketemu banyak orang penting,” ucapnya polos yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.

Tidak hanya itu, suasana semakin hangat ketika beberapa anak lainnya menunjukkan tingkah lucu yang mengundang tawa. Ada yang malu-malu saat dipanggil ke depan untuk menerima santunan, ada yang bersembunyi di belakang temannya karena gugup, hingga ada yang secara spontan meminta tambahan makanan ringan kepada panitia setelah acara selesai.

Momen sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial memiliki arti yang sangat besar bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.

Banyak wartawan dan tamu undangan yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera telepon genggam mereka. Tidak sedikit yang mengaku terharu melihat keceriaan anak-anak yatim yang tetap penuh semangat meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dalam kehidupan mereka.

Santunan Menjadi Bentuk Kepedulian Sosial Insan Pers

Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ade Muksin, mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim piatu merupakan bagian penting dari rangkaian HPN Bekasi Raya tahun ini.

Menurutnya, peringatan Hari Pers Nasional tidak hanya menjadi ajang refleksi dan peningkatan kapasitas insan pers, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“HPN Bekasi Raya 2026 bukan hanya tentang wartawan dan dunia jurnalistik. Kami ingin kehadiran insan pers juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Ade Muksin.

Ia menjelaskan bahwa tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju” tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seminar dan diskusi, tetapi juga melalui aksi nyata yang mencerminkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan dan gotong royong.

Ade Muksin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan sosial tersebut, mulai dari organisasi wartawan, perusahaan media, pemerintah daerah, mitra kerja, sponsor hingga para donatur yang ikut berbagi rezeki dengan anak-anak yatim piatu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Tanpa kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, kegiatan sosial seperti ini tidak akan berjalan dengan baik. Semoga apa yang diberikan hari ini dapat membawa kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yang menerima santunan,” katanya.

Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Disambut Antusias

Selain kegiatan santunan, panitia juga menggelar donor darah yang mendapat sambutan positif dari wartawan dan masyarakat.

Sejak pagi, peserta tampak bergantian mendatangi area donor darah yang telah disiapkan panitia bekerja sama dengan tenaga medis. Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Kegiatan donor darah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Di lokasi yang sama, masyarakat juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan panitia. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan umum dan pemeriksaan kondisi kesehatan dasar lainnya.

Layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena memberikan kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara dini tanpa harus mengeluarkan biaya.

Panitia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dan masyarakat.

Arab: Pers Harus Hadir dan Bermanfaat untuk Masyarakat

Sementara itu, Sekretaris Panitia HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Wahyu Gusnanda P. atau kerap di sapa Arab, menilai kegiatan sosial yang digelar pada hari kedua menjadi bukti bahwa insan pers mampu memberikan kontribusi positif di luar aktivitas jurnalistik.

Menurutnya, profesi wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan santunan, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis ini menunjukkan bahwa pers tidak hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat. Kami ingin HPN Bekasi Raya 2026 memberikan dampak yang nyata dan dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Arab.

Ia berharap semangat kepedulian sosial yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan menjadi bagian dari budaya insan pers di Bekasi Raya.

“Semangat Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju harus terus hidup. Pers harus menjadi pilar demokrasi yang profesional, independen dan berintegritas, sekaligus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan,” tambahnya.

Pers Tidak Hanya Menulis Berita, Tetapi Juga Berbagi Kepedulian

Pelaksanaan kegiatan sosial pada hari kedua HPN Bekasi Raya 2026 menjadi bukti bahwa insan pers memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi kepada publik.

Di tengah berbagai tantangan dunia jurnalistik dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, wartawan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif melalui berbagai aksi kemanusiaan.

Kegiatan santunan anak yatim piatu, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi refleksi bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan hari kedua, rangkaian HPN Bekasi Raya 2026 selanjutnya akan memasuki puncak acara pada 13 Juni 2026 yang akan diisi dengan Anugerah Pers Bekasi Raya 2026 serta Deklarasi Pers Bekasi Raya 2026 sebagai komitmen bersama insan pers untuk menjaga profesionalisme, independensi dan persatuan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Melalui semangat “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju”, insan pers Kota dan Kabupaten Bekasi terus menunjukkan bahwa pers bukan hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli, humanis dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.


(Rab/Red)

Posting Komentar

0 Komentar