Menurut Arab, semangat perjuangan para pahlawan seharusnya tidak berhenti pada pengibaran bendera dan perayaan seremonial. Di usia kemerdekaan yang telah memasuki 81 tahun, tantangan bangsa telah berubah. Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan, maka saat ini perjuangan harus diarahkan untuk melawan berbagai persoalan yang dapat melemahkan bangsa, termasuk korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan, dan lunturnya integritas.
“Semangat juang hari ini tentu berbeda dengan perjuangan para pahlawan dahulu. Kalau dulu mereka berjuang mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, hari ini kita harus berjuang dengan kejujuran, integritas, ilmu pengetahuan, kerja keras, serta keberanian menjaga kepentingan rakyat,” ujar Arab.
Ia menilai, korupsi merupakan salah satu persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Praktik korupsi bukan hanya menyangkut kerugian keuangan negara, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat dan menghambat pembangunan yang seharusnya dirasakan manfaatnya secara luas.
“Alangkah baiknya kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan luar biasa oleh para pahlawan kita isi dengan kejujuran dan tanggung jawab. Jangan sampai perjuangan mereka dikotori oleh kepentingan pribadi, keserakahan, maupun penyalahgunaan amanah,” tegasnya.
Arab berharap ke depan Indonesia memiliki generasi yang tidak hanya cerdas dan produktif, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, serta berani mengatakan benar sebagai kebenaran dan salah sebagai kesalahan.
Menurutnya, pemberantasan korupsi juga bukan semata-mata menjadi tugas aparat penegak hukum. Masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan pers memiliki peran masing-masing dalam membangun budaya antikorupsi.
Sebagai insan pers, Arab menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab untuk terus mengawal kepentingan publik melalui pemberitaan yang berdasarkan fakta, kritis, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Pers harus tetap menjadi mata dan telinga masyarakat. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mengingatkan. Mengungkap persoalan bukan untuk mencari musuh, melainkan agar ada perbaikan. Supaya ke depan negeri ini semakin bersih, adil, maju, dan masyarakat benar-benar merasakan arti kemerdekaan,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum evaluasi sekaligus membangun harapan baru.
“Semoga Indonesia ke depan semakin kuat, semakin sejahtera, semakin berintegritas, dan semakin jauh dari praktik korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita masing-masing—melalui karya, kejujuran, keberanian, dan pengabdian kepada negeri,” pungkas Arab.
Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!”
(Pimpinan Redaksi)

0 Komentar