BEKASICYBERNEWS.COM, Bekasi— Kekayaan alam dan budaya Kabupaten Bekasi kembali mendapat panggung dalam ajang Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) yang merupakan bagian dari rangkaian menuju West Java Sharia Economic Festival (WJSEF) 2026. Melalui karya fesyen berkelanjutan bertajuk "Rimba Pesisir", desainer Ati Maraka menghadirkan interpretasi artistik tentang harmoni antara alam, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Koleksi "Rimba Pesisir" menjadi representasi dari perpaduan dua ekosistem yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bekasi, yakni kawasan hutan mangrove pesisir dan kekayaan flora yang tumbuh di berbagai wilayah daerah tersebut. Melalui karya ini, Ati Maraka menghadirkan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam melalui pendekatan kreatif di industri fesyen.
“Rimba Pesisir merupakan bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya lokal Kabupaten Bekasi yang selama ini menjadi sumber inspirasi sekaligus bagian penting dari identitas daerah,” ujar Designer Ati Maraka dalam keterangannya.
Keunikan koleksi "Rimba Pesisir" terletak pada perpaduan antara batik mangrove dan teknik ecoprint, yang menghasilkan karakter visual berbeda pada setiap lembar kain.
Batik mangrove menghadirkan nuansa warna alami yang diperoleh melalui proses pewarnaan ramah lingkungan, sementara teknik ecoprint merekam jejak autentik dedaunan dan berbagai jenis tumbuhan menjadi motif artistik yang unik dan tidak dapat direplikasi secara identik.
Melalui sentuhan kreatif tersebut, setiap busana menghadirkan karakter tersendiri sekaligus menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Kami ingin menghadirkan karya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai edukasi tentang pentingnya menjaga alam melalui proses produksi yang berkelanjutan,” ungkap Ati Maraka.
Dalam ajang Karya Kreatif Jawa Barat, Ati Maraka mengusung tema besar "Roots of Harmony: A Celebration of Nature, Heritage, and Sustainability", yang diwujudkan melalui siluet kebaya modern bergaya casual elegant ready to wear deluxe.
Konsep desain tersebut dirancang agar nyaman dikenakan dalam berbagai kesempatan tanpa meninggalkan kesan elegan, eksklusif, dan tetap relevan dengan tren fesyen masa kini.
Perpaduan warna-warna alami, detail motif tumbuhan, serta sentuhan desain modern menjadikan koleksi ini mampu merepresentasikan sosok perempuan Indonesia yang anggun, percaya diri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Setiap detail busana juga menunjukkan bagaimana warisan budaya lokal dapat dikembangkan secara inovatif tanpa kehilangan nilai filosofis dan identitasnya.
Kehadiran koleksi "Rimba Pesisir" juga menjadi media promosi potensi Kabupaten Bekasi yang selama ini dikenal sebagai kawasan industri, namun sesungguhnya memiliki kekayaan alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Melalui karya tersebut, Kabupaten Bekasi diperkenalkan sebagai daerah yang mampu menghadirkan perpaduan harmonis antara warisan budaya lokal, keindahan ekosistem pesisir, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Busana rancangan Ati Maraka yang ditampilkan dalam ajang tersebut memperlihatkan bahwa produk fesyen lokal berbasis budaya dan lingkungan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional, bahkan berpotensi menembus pasar internasional.
Menurut Ati Maraka, fesyen tidak hanya menjadi media ekspresi artistik, tetapi juga sarana edukasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
“Melalui koleksi Rimba Pesisir, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal yang diproduksi menggunakan bahan-bahan alami dan proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan industri kreatif berbasis budaya dan lingkungan.
“Kabupaten Bekasi menghadirkan perpaduan antara warisan budaya, keindahan alam, dan semangat berkelanjutan yang dibalut dalam pesan elegan dan membanggakan. Merawat alam, melestarikan budaya, dan menenun masa depan dalam setiap helai karyanya,” ujar Ati Maraka.
Koleksi "Rimba Pesisir" menjadi bukti bahwa inovasi di bidang fesyen mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Bekasi kepada masyarakat yang lebih luas.
Pengembangan batik mangrove dan teknik ecoprint diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis budaya dan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan warisan lokal melalui berbagai bentuk inovasi.
Melalui karya "Rimba Pesisir", Ati Maraka tidak hanya menghadirkan sebuah koleksi busana, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa pelestarian alam, penguatan identitas budaya, dan pembangunan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.
(Rab/Red)

0 Komentar