Rapat tersebut menghasilkan keputusan strategis berupa penundaan jadwal pelaksanaan kegiatan guna memastikan kesiapan yang lebih matang.
Semula, rangkaian kegiatan HPN Bekasi Raya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28, 29, dan 30 April 2026. Namun, setelah melalui pembahasan menyeluruh, panitia menilai waktu yang tersedia belum cukup untuk memaksimalkan seluruh aspek persiapan.
“Jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya kami nilai belum optimal. Kami khawatir hal ini justru menimbulkan kekecewaan. Oleh karena itu, rapat hari ini difokuskan untuk mencari solusi terbaik,” ujar Ade Muksin dalam arahannya.
Ade Muksin menyatakan bahwa penjadwalan ulang menjadi 7, 8, dan 9 Mei 2026 merupakan langkah strategis untuk memberikan ruang persiapan yang lebih maksimal bagi seluruh panitia.
Tak hanya membahas penjadwalan, rapat juga menegaskan pentingnya peran aktif seluruh panitia sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Ketua panitia menekankan percepatan pada aspek administrasi, khususnya terkait penyusunan, pengiriman, serta distribusi surat-menyurat.
“Seluruh panitia harus aktif menjalankan tupoksinya. Urusan administrasi, termasuk siapa yang bertanggung jawab dalam distribusi surat, harus segera ditetapkan. Para ketua koordinator juga diminta segerae menentukan minimal lima anggota untuk mendukung pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.
Dengan disepakatinya penjadwalan ulang ini, panitia optimistis seluruh rangkaian persiapan HPN Bekasi Raya 2026 dapat terselenggara secara lebih optimal, sehingga menghasilkan kegiatan yang sukses, berkualitas, dan mampu memenuhi harapan berbagai pihak.
(Rab)

0 Komentar