6/recent/ticker-posts

DPP IWO Indonesia Sambut Kepemimpinan Baru Polri, Ucapkan Selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto


BEKASICYBERNEWS.COM, Bekasi — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPP IWO Indonesia) menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah barunya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Suyudi resmi dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026).

Pelantikan tersebut berlangsung setelah sebelumnya DPR RI melalui Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 menyetujui pengangkatannya menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sebelum dilantik, Suyudi berpangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.). Setelah resmi menduduki jabatan Kapolri, pangkatnya dinaikkan satu tingkat menjadi Jenderal Polisi, atau perwira tinggi Polri dengan tanda pangkat empat bintang.

Pelantikan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/POLRI Tahun 2026.

Ketua Umum DPP IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., S.Akun., M.H., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru Polri mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Atas nama keluarga besar DPP IWO Indonesia, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah yang diberikan sebagai Kapolri. Semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas serta memimpin institusi Polri,” ujar Icang.

Menurutnya, pergantian pucuk pimpinan Polri merupakan bagian dari proses kelembagaan sekaligus momentum untuk melanjutkan berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.

Ia berharap kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dapat terus mendorong penguatan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Polri memiliki tugas yang sangat strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat, sekaligus menegakkan hukum. Karena itu, kami berharap seluruh pelaksanaan tugas tersebut senantiasa mengedepankan profesionalisme, keadilan, kepastian hukum, dan penghormatan terhadap hak masyarakat,” katanya.

DPP IWO Indonesia juga menaruh perhatian terhadap hubungan kemitraan antara institusi kepolisian dan insan pers.

Icang mengatakan pers memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, komunikasi antara Polri dan media perlu terus dibangun secara terbuka dan profesional.

“Polri dan pers memang memiliki fungsi yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat. Polri menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum, sedangkan pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik,” jelasnya.

Menurut Icang, keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara aparat penegak hukum dan media dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta mencegah berkembangnya informasi yang tidak terverifikasi.

Ia pun berharap kepemimpinan baru Polri dapat terus membuka ruang komunikasi dengan insan pers dengan tetap menghormati prinsip-prinsip kebebasan pers dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, dalam visi yang disampaikan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi mengusung gagasan “Polri Bersama Masyarakat”. Komisi III kemudian menyetujui Suyudi secara aklamasi sebelum pengangkatannya disahkan dalam rapat paripurna DPR RI.

Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten.

DPP IWO Indonesia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari bekal dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi Polri.

“Harapan kami, Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto semakin dekat dengan masyarakat, semakin terbuka dalam menerima kritik dan masukan, serta mampu menghadirkan pelayanan yang profesional dan berkeadilan,” tutur Icang.

Ia menegaskan bahwa DPP IWO Indonesia siap menjaga komunikasi dan membangun kemitraan konstruktif dengan Polri dalam rangka mendukung terciptanya ruang informasi publik yang sehat.

“Semoga kepemimpinan baru ini membawa semangat pengabdian yang semakin kuat. Kami berharap Polri mampu terus menjawab tantangan keamanan dan penegakan hukum yang berkembang di tengah masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan kepentingan publik,” pungkasnya.

Dengan dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, tongkat komando Kepolisian Negara Republik Indonesia kini berada di bawah kepemimpinan baru. Pergantian tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.


(Red)

Posting Komentar

0 Komentar